Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Sentra Pangan Jajanan Pujasera Alun-Alun Barat Rangkasbitung
adminsitrator | 11 Oktober 2023 | Dibaca 1464 kali

Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Sentra Pangan Jajanan Pujasera Alun-Alun Barat Rangkasbitung

Dewasa ini pangan jajanan sangatlah beragam jenisnya. Keragaman ini antara lain dari bahan baku, proses pengolahan, dan produk akhirnya. Dari jenis tempat penjualanpun cukup bervariasi misalnya ada yang berjualan di rumah, warung pinggir jalan, kantin di satuan pendidikan, gerobak yang menetap dan berkeliling dengan sepeda atau motor, mobil yang lebih dikenal dengan istilah food truck serta gerai pangan jajanan yang disentrakan yang dikelola oleh institusi dan sebagainya. Seringkali pangan jajanan mencerminkan budaya lokal atau kekhasan dari suatu daerah. Dari sisi sumber pembuatan pangan jajanan juga cukup bervariasi misalnya disiapkan oleh suatu rumah tangga untuk dijual sendiri, skala rumah tangga yang memproduksi dalam jumlah besar untuk banyak gerai pangan jajanan/keliling serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, keamanan pangan olahan siap saji menjadi salah satu kewenangan Kementerian Kesehatan dalam mengatur regulasinya. Dan berdasarkan Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 tersebut, jenis usaha pangan olahan siap saji dikelompokkan dan dikenal dalam beberapa Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yaitu jasa boga, rumah makan, restoran, TPP tertentu, Depot Air Minum (DAM), sentra panganjajanan/kantin atau sejenisnya, gerai pangan jajanan, gerai pangan jajanan keliling,dan dapur gerai pangan jajanan. Dalam melakukan usahanya, pelaku usaha diwajibkan memiliki SLHS untuk jenis TPP jasa boga, restoran, TPP tertentu dan DAM.

Sementara untuk jenis TPP sentra pangan jajanan/kantin atau sejenisnya, gerai pangan jajanan, gerai pangan jajanan keliling, dan dapur gerai pangan jajanan diwajibkan mempunyai label pengawasan/pembinaan. Label pengawasan/pembinaan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kab/Kota atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kepada TPP yang sudah memenuhi syarat.

Jenis TPP sentra pangan jajanan di Indonesia cukup beragam penamaannya seperti kantin, sentra UMKM, sentra kuliner, pujasera, foodcourt dan lain-lain. Didaerah wisata, sentra pangan jajanan sangatlah strategis dalam menyediakan pangan jajanan lokal yang aman dan sehat. Penyediaan pangan yang berkualitas baik dari segi keamanan pangan dan kebutuhan gizi harus menjadi prioritas bagi penyelenggarasentra pangan jajanan.

Data Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan yang tercatat di Kementerian Kesehatan tiga tahun terakhir menunjukkan masih tingginya jumlah kasus KLB. Terjadi 5.958 KLB pada tahun 2019, 6.044 KLB pada tahun 2020 dan 3.130 KLB pada tahun 2021. Kecenderungan penyebab KLB Keracunan Pangan sebagian besar masih bersumber dari pangan olahan siap saji. Hasil investigasi menunjukkan bahwa proses pengolahan pangan yang belum memenuhi hygiene sanitasi menjadi salah satu faktor risiko terjadinya KLB Keracunan PanganKondisi lingkungan yang mendukung penularan seperti kurangnya sarana sanitasi yang mendukung dan perilaku masyarakat menjadi faktor penyebab terjadinya KLB Keracunan Pangan. Tingginya Angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (Mortalitas) KLB keracunan pangan harus di cegah dan dikendalikan semaksimal mungkin, sebagaimana upaya pengendalian yang sudah dilaksanakan. Sejalan dengan upaya tersebut menjadi suatu hal penting yaitu pendekatan intervensi lingkungan yang juga diharapkan berdampak kuat untuk pencegahan KLB Keracunan Makanan. Upaya intervensi tersebut dilaksanakan dengan membudayakan perilaku Hidup bersih dan sehat serta melakukan pemeliharaan dan perbaikan kualitas Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) sesuai persyaratan yang berlaku.

Kondisi lingkungan tersebut yang masih ada disekitar kita menjadi perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dimana hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Sentra Pangan Jajanan yang ada di Kabupaten Lebak masih sangat kurang sarana sanitasinya. Dari hasil tersebutlah Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melalui Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Penyehatan Lingkungan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada tahun 2023 dalam Program PKTD Sentra Pangan Jajanan yang sudah berjalan di tahun kedua di Kemenkes.

Pada bulan Juli 2023 hasil usulan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak diterima setelah melalui tahapan long list dan short list di Kemenkes RI karena dari 34 Provinsi ada sebanyak 34 sentra pangan jajanan salah satunya Kabupaten Lebak yang terpilih mendapatakan program dari Direktorat Penyehatan Lingkungan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI Tahun 2023 terkait peningkatan kualitas Kesehatan Lingkungan di sentra pangan jajanan Pujasera Alun-Alun Barat Rangkasbitung. Intervensi berupa sarana peningkatan kualitas perilaku hidup higienis, lingkungan dan sentra pangan sehat yang berkelanjutan.